Peluang Usaha Menguntungkan Dengan Usaha Camilan Rumput Laut
Peluang Usaha Menguntungkan Dengan Usaha Camilan Rumput Laut

Siap Bisnis – Di Perumahan Griya Asri, Kampung Senteluk Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) berdiri pusat pengolahan camilan dari materi dasar rumput laut dan penjualan susu kuda liar, khas Sumbawa. Usaha ini dijalani pasangan Baiq Siti Suriani dan suaminya dengan omset Rp 100 juta per bulan.

Namanya UKM Sasak Maiq. Mulai fokus berjalan pada 2012, dan kini terkenal sebagai pemasok oleh-oleh khas NTB. Seluruh panganan yang diolah Baiq serba dari rumput laut, bahan baku yang banyak dijumpai di daerah tersebut.

“Tadinya cuma tidak tutup warung kecil 1995, tapi mulai beralih membuat camilan dari rumput laut pada 2012. Rumput laut kan banyak sekali di NTB, dan manfaatnya untuk kecantikan dan melancarkan pencernaan,” ujar Baiq saat berbincang dengan Liputan6.com di Lombok.

Kala itu, Perempuan berhijab ini mengungkapkan, hanya bermodal Rp lima ratus ribu. Namun untuk memperbesar usahanya, Baiq meminjam uang sebagai modal kerja ke Bank Berdikari sebesar Rp sepuluh juta.

Tak disangka, bisnisnya semakin berkembang hingga pinjaman pun naik kelas menjadi Rp dua puluh juta, Rp 50 juta, Rp 75 juta, Rp 100 juta, dan sampai sekarang Rp 200 juta. “Terakhir mampu Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp dua ratus juta dengan bunga Rp 6 persen per tahun,” jelas Baiq.

Dengan modal tersebut, lebih jauh kata Baiq, telah mampu memproduksi berbagai camilan rumput laut, di antaranya stik rumput laut, tortila rumput laut, kopi rumput laut, terasi rumput laut, dan sebagainya.

Dia menceritakan tidak banyak proses membuat produk unggulan UKM Sasak Baiq, tortila dan stik rumput laut yang wajib melalui 2 kali perendaman. Pertama direndam dengan kapur sirih maksimal selama dua hari untuk menghilangkan bau amisnya. Sesudah berubah warna menjadi putih, kemudian dijemur sampai kering. Kemudian direndam lagi pakai air beras.

Rumput laut yang sudah bersih itu lalu diolah dengan campuran bumbu-bumbu, seperti cabai, tepung, bawang merah, bawang putih, dan bumbu lainnya.

“Dalam sehari, bisa produksi 500-1.000 bungkus stik dan tortila rumput laut. Kebutuhan rumput lautnya sebanyak 50 kilogram (kg). Tersebut dikerjakan dengan 11 orang tenaga kerja,” Baiq menerangkan.

Dia mengatakan, harga jual stik rumput laut sungguh bervariasi dari kisaran Rp lima belas ribu sampai Rp 20 ribu. Baiq menjualnya ke pusat toko oleh-oleh di Lombok, supermarket, dan pemasaran pun mulai merambah ke online.

“Aku ambil marjin keuntungan dua puluh persen. Sedangkan omset per bulan Rp seratus juta,” ucap Wanita berusia 48 tahun itu.

Baiq mengaku, produk olahan rumput lautnya masih dijual di dalam negeri, belum merambah ekspor. Bakal tapi, tandasnya, saat pameran di luar negeri, seperti Singapura, Eropa, Amerika Serikat (AS), Mozambik, Afrika, antusias orang-orang luar negeri terhadap produk ini sungguh tidak rendah.

“Kami belum berani ekspor karena kemasannya masih kurang bagus dan barang rentan hancur. Targetnya maksimal 2 tahun dari sekarang, nanti packaging-nya kayak camilan kentang. Namun alatnya mahal Rp 150 juta per unit,” tuturnya.

Selain camilan rumput laut, di toko Baiq juga menjual minuman susu kuda liar asli Sumbawa. Produk itu dipasok dari perguruan tidak rendah setempat yang bekolaborasi dengan para peternak kuda di Sumbawa.

“Kami ambil dari mereka jual minuman susu kuda liar. Belum ada label tapi telah diuji di laboratorium, aman dan halal dikonsumsi,” ucap Baiq.

Susu kuda liar yang tidak miskin khasiat meningkatkan stamina pria dan perempuan ini, diakui Baiq, dijual seharga Rp dua puluh lima ribu per 150 mili liter (ml). “Permintaannya cukup tidak sedikit. Penjualannya bisa 10 liter per minggu,” tukas Baiq. – Siap Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!