tv online Indonesia
Streaming TV Online Acara Sinetron Indonesia

Streaming tv online acara sinetron Indonesia yang mendidik – Kalau sekarang ditanya, pasti anak-anak dan remaja lebih doyan nonton sinetron daripada acara yang memang dikhususkan untuk anak-anak. Selain karena memang tontonan anak-anak sudah sangat sedikit, kebanyakan mereka lebih memilih sinetron yang lebih banyak mengandung unsur fiksinya. Alhasil, alih-alih mendapatkan hiburan, anak-anak dan remaja justru mendapat pengaruh negatif dari sinetron yang tidak mendidik.

tv online IndonesiaBicara soal sinetron yang mendidik, kalau sekarang ini mungkin sangat sulit untuk ditemukan. Namun dalam kurun waktu beberapa tahun yang lalu, pertelevisian Indonesia masih mampu menghasilkan sinetron yang berkualitas, masih memiliki unsur yang mendidik dan tidak sekedar mengejar ratting belaka. Sinetron ini bisa dibilang masih aman ditonton oleh remaja dan anak-anak walaupun beberapa masih membutuhkan pendampingan dari orang tua. Mau tahu apa saja sinetron yang dimaksud? Yuk simak ulasan berikut ini.

  1. Keluarga Cemara

Anak yang lahir di tahun ‘90an pasti tahu sinetron Keluarga Cemara. Sinetron ini menceritakan tentang sebuah keluarga sederhana dan hidup dengan bermodalkan kejujuran. Meski mereka hidup dengan seadanya, tidak pernah sekalipun mereka mengeluh. Cemara yang sering dipanggil Ara merupakan puteri kedua dari abah yang hanya seorang tukang becak dan Ema yang setiap harinya membuat opak untuk dijual oleh anak sulungnya.

Kakak Ara bernama Euis menginjak kelas 6 SD, sedangkan Ara masuk TK. Ara juga memiliki adik bernama Agil. Kehidupan mereka yang terkadang penuh cobaan pun selalu mereka hadapi dengan tabah dan riang gembira. Kita bisa memetik pelajaran dalam sinetron ini, yaitu setiap perjalanan hidup apapun kondisi yang dijalani berusahalah untuk tetap menyikapinya dengan cara positif, agar semua terasa mudah dan kita bisa menikmati hidup meski dalam keterbatasan dan kesederhanaan.

  1. Rumah Kardus

Sinetron ini menceritakan tentang sebuah kehidupan di perkampungan kumuh, dimana kemiskinan, penderitaan dan berbagai permasalahan hidup menjadi satu. Di perkampungan tersebut, hiduplah seorang anak bernama Aji. Ia tinggal bersama dengan ibunya dalam sebuah rumah kecil yang terbuat dari kardus. Aji anak yang jujur dan selalu berbuat baik. Ia memiliki seorang teman bernama Ipul yang merupakan anak seorang polisi. Meski berteman, sifat Ipul sangat bertolak belakang dengan sifat Aji. Ipul lebih mudah emosi dan memiliki jiwa pemberontak.

Kelak karena frustasi dengan kondisi hidupnya, Ipul memilih menjadi pengedar narkoba untuk mendapatkan uang yang banyak. Sementara itu Aji juga mengalami nasib yang lebih baik berkat kejujuran yang ia jaga semenjak kecil. Dari sinetron ini kita bisa belajar agar selalu menjadi orang yang jujur meski kemiskinan menghimpit hidup. Selain itu melalui sinetron ini kita bisa melihat potret kehidupan masyarakat miskin dan kritik sosial yang cukup menyentuh.

  1. Para Pencari Tuhan

Nah, sinetron ini biasanya muncul saat menjelang bulan Ramadhan. Para Pencari Tuhan merupakan sinetron yang menceritakan tentang penjaga Musholah bernama Bang Jack dengan ketiga muridnya yang merupakan mantan narapidana yaitu Juki, Barong dan Chelsea. Ketiganya bertemu secara tidak sengaja setelah keluar dari penjara dan tidak diterima oleh lingkungannya, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah mesjid. Di mesjid tersebut mereka bertemu dengan Bang Jack yang merupakan mantan tukang begal namun sudah insyaf. Dengan bimbingan darinya, ketiga mantan narapidana tersebut bertaubat dan berusaha menjadi manusia yang lebih baik.

Nah, kalau kalian mau kilas balik dan menonton sinetron tersebut, pasti akan terasa sesuatu yang berbeda dengan sinetron yang saat ini sedang marak, karena ada beberapa sinetron yang terbilang jadul, sinetron tersebut tidak bisa di saksikan melalui tayangan streaming tv online Indonesia saat ini. Kita bisa mengambil banyak pelajaran yang terselip di setiap adegan dalam sinetron di atas sehingga secara tidak langsung sinetron tersebut dianggap cukup mendidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!